Penilaian Dalam Kurikulum 2013


Kurikulum 2013 merupakan kurikulum berbasis kompetensi. Penilaian hasil belajar peserta didik pada kurikulum 2013 meliputi aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Hal yang perlu dipersiapkan oleh guru sebelum penilaian dilakukan adalah menetapkan KKM dan menyiapkan instrumen penilaian. KKM akan dijadikan dasar untuk menetapkan kegiatan remedial atau pengayaan yang akan dilaksanakan oleh peserta didik.


Kriteria Ketuntasan Minimal yang selanjutnya disebut KKM adalah kriteria ketuntasan belajar yang ditentukan oleh satuan pendidikan dengan mengacu pada standar kompetensi lulusan. Dalam menetapkan KKM, satuan pendidikan harus merumuskannya secara bersama antara kepala sekolah, pendidik, dan tenaga kependidikan lainnya. KKM dirumuskan setidaknya dengan memperhatikan 3 (tiga) aspek, yaitu karakteristik peserta didik (intake), karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi), dan kondisi satuan pendidikan (guru dan daya dukung) pada proses pencapaian kompetensi.


Ada beberapa model KKM. Model KKM terdiri atas lebih dari satu KKM dan satu KKM. Satuan pendidikan dapat memilih salah satu dari model penetapan KKM tersebut.

Setelah KKM ditentukan, capaian pembelajaran peserta didik dapat dievaluasi ketuntasannya. Peserta didik yang belum mencapai KKM berarti belum tuntas, wajib mengikuti program remedial, sedangkan peserta didik yang sudah mencapai KKM dinyatakan tuntas dan dapat diberikan pengayaan.


3. Penilaian oleh Pendidik

Berdasarkan Permendikbud No. 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan, Lingkup penilaian pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah terdiri atas penilaian hasil belajar oleh pendidik; penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan penilaian hasil belajar oleh Pemerintah. Penilaian Hasil belajar oleh pendidik terdiri atas:


a. Penilaian Sikap

Menurut Marzano & Pickering, 1997 (dalam Afandi dan Sajidan, 2017:117-118) terdapat lima dimensi belajar sebagai berikut:

 

Dimensi Belajar

 

 

Peran Guru dalam Dimensi Belajar

 

 

 

 

 

 

Sikap dan Persepsi

 

Membantu peserta didik mengembangkan sikap dan persepsi

 

 

 

 

positif tentang iklim belajar di kelas

 

 

 

 

perasaan diterima baik oleh guru maupun teman sebaya

 

 

 

 

percaya diri dan sikap menerima orang lain

 

 

 

 

Membantu peserta didik mengembangkan sikap dan persepsi

 

 

 

 

positif tentang tugas-tugas belajar di kelas

 

 

 

 

menerima tugas sebagai suatu hal yang menarik dan bernilai

 

 

 

 

mempercayai kemampuan untuk menyelesaikan tugas

 

 

 

 

memahami tugas dengan jelas

 

Memperolehdan

 

Membantu peserta didik memperoleh pengetahuan deklaratif

 

mengintegrasikan

 

mengkonstruk makna pengetahuan deklaratif

 

pengetahuan

 

mengorganisasikan pengetahuan deklaratif

 

 

 

 

menyimpan pengetahuan deklaratif

| 

 



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel