Sistem pembelajaran pada program PPG mencakup kegiatan pemantapan materi

Sistem pembelajaran pada program PPG mencakup kegiatan pemantapan materi (matrikulasi), workshop SSP, praktikum (peer teaching, micro teaching, bidang studi), dan praktek pengalaman lapangan yang diselenggarakan dengan supervisi langsung secara intensif oleh dosen yang ditugaskan khusus. Tugas khusus yang dimaksud adalah sebagai narasumber, instruktur, pembimbing, dan tugas lainnya yang relevan.
Prinsip-prinsip pembelajaran yang perlu mendapat perhatian khusus dalam program pendidikan profesi guru, antara lain adalah:

A.  Keaktifan peserta didik
Proses pembelajaran diarahkan pada upaya untuk mengaktifkan peserta didik, bukan dalam arti fisik melainkan dalam keseluruhan perilaku belajar. Keaktifan ini dapat diwujudkan antara lain melalui pemberian kesempatan menyatakan gagasan, mencari informasi dari berbagai sumber dan melaksanakan tugas-tugas yang merupakan aplikasi dari konsep-konsep yang telah dipelajari.

B. Higher order thinking
Pengembangan sistem pembelajaran yang berorientasi pada kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher order thinking), meliputi berfikir kritis, kreatif, logis, reflektif, pemecahan masalah dan pengambilan keputusan.

C. Dampak pengiring
Di samping diarahkan pada pencapaian dampak instruksional

(instructional effects), proses pembelajaran diharapkan mengakomodasi upaya pencapaian dampak pengiring (nurturant effects). Upaya ini akan membantu pengembangan sikap dan kepribadian peserta didik sebagai guru.

D. Pemanfaatan teknologi informasi
Keterampilan memanfaatkan multi media dan teknologi informasi perlu dikembangkan dalam semua perkuliahan, baik untuk mengembangkan pengetahuan dan ketrampilan maupun sebagai media pembelajaran.

E. Pembelajaran Kontekstual
Dalam melaksanakan pembelajaran, konsep-konsep diperoleh melalui pengalaman dan kenyataan yang ada di lingkungan sehari-hari. Pengenalan lapangan dalam bidang pembelajaran dilakukan sejak awal, tidak hanya menjelang akhir program, melalui kunjungan ke sekolah pada waktu-waktu tertentu, hingga pelaksanan Program PengalamanLapangan. Kegiatan dirancang dan dilaksanakan sebagai tuga. Penggunaan strategi dan model pembelajaran yang bervariasi dalam mengaktifkan peserta didik.

F. Belajar dengan berbuat
Prinsip learning by doing tidak hanya diperlukan dalam pembentukan keterampilan, melainkan juga pada pembentukan pengetahuan dan sikap. Dengan prinsip ini, pengetahuan dan sikap terbentuk melalui pengalaman dalam menyelesaikan kegiatan-kegiatan yang ditugaskan termasuk mengatasi masalah-masalah yang dihadapi di lapangan. Proses pembelajaran dalam Program PPG lebih menekankan kepada partisipasi aktif mahasiswa melalui model pembelajaran workshop atau lokakarya dengan bimbingan atau asuhan dosen dan guru pamong.Tahapan dan suasana pembelajaran dalam PPG untuk tahap workshop SSP dapat di contohkan sebagai berikut:

Sistem pembelajaran pada program pendidikan profesi guru bagi guru dalam jabatan mencakup kegiatan sebagai berikut :

I.  Pleno 1
  1. orkshop SSP diawali dengan pleno yang diikuti oleh seluruh mahasiswa yang dibuka dan diarahkan oleh pimpinan fakultas dan difasilitasi oleh dosen pembimbing, dosen pengampu mata kuliah bidang studi, dan guru pamong;
  2. Pleno 1 bertujuan untuk : 1) membekali mahasiswa tentang hakikat, tujuan, dan ruang lingkup program PPG, 2) sistem pembelajaran dalam program PPG, 3) PPL, 4) sistem evaluasi;
  3. Dosen pembimbing, dosen pengampu bidang studi, dan guru pamong memimpin braim storming untuk menelaah kurikulum, sistem pembelajaran dan evaluasi sesuai dengan jenjang dan jenis pendidikan peserta didik, hingga peserta workshop dapat menemukan tema dan materi pembelajaran yang akan diajarkan;
  4. Waktu disesuaikan dengan kebutuhan
II.  Diskusi Kelompok
  1. Hasil pleno 1 selanjutnya dibahas dalam diskusi kelompok, antara lain untuk sinkronisasi SK (standar kompetensi) dan KD (kompetensi dasar), memilih pendekatan, strategi dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran. Diskusi kelompok difasilitasi oleh dosen pembimbing, dosen pengampu bidang studi, dan guru pamong;
  2. Jika dalam diskusi kelompok ini teridentifikasi mahasiswa kurang dan/atau mengalami kekeliruan konseptual materi, maka dosen pengampu mapel segera melakukan pendalaman dan/atau pelurusan konseptual;
  3. Hasil dari diskusi kelompok adalah kesiapan mahasiswa dengan tema dan atau materi pembelajaran, serta pendekatan dan metode pembelajaran serta rancangan bahan ajar serta media pembelajaran yang akan digunakan untuk pengembangan RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran), bahan ajar, dan media pembelajaran, serta alat evaluasi;
  4. Waktu disesuaikan dengan kebutuhan
III.  Kerja Kelompok/Mandiri
Dalam tahap ini mahasiswa secara kelompok dan/atau mandiri menyusun :
  1. RPP;
  2. Bahan ajar;
  3. Media pembelajaran
  4. Instrumen evaluasi
  5. Pendukung pembelajaran lainnya
IV.  Pleno 2
Hasil dari kerja kelompok dan/atau mandiri selanjutnya dibawa kedalam pleno tahap 2. Pleno tersebut bertujuan:
  1. Memaparkan hasil kerja kelompok dan/atau mandiri;
  2. Mendapatkan feed back dari dosen pembimbing, dosen pengampu bidang studi, dan guru pamong, serta teman sejawat.
  3. Revisi
Jika pleno 2 dinyatakan RPP dan kelengkapannya harus direvisi, maka mahasiswa diberikan kesempatan untuk merevisi.
Persetujuan RPP

Jika RPP dan kelengkapannya dinyatakan benar dan layak digunakan untuk PPL, maka dosen pembimbing, dan guru pamong berhak menyetujui RPP.
Praktek pengalaman lapangan (PPL)

PPL diselenggarakan dengan supervisi langsung secara intensif oleh dosen yang khusus ditugaskan untuk kegiatan tersebut, dan dinilai secara objektif dan transparan. Tahapan PPL yang dilaksanakan dengan dua tahapan, yaitu:
  • Tahap program micro teaching yang terintegrasi dalam mata kuliah Ketrampilan Dasar Mengajar;
  • Tahap program praktik pengalaman lapangan (praktik mengajar) dilaksanakan di sekolah latihan.
Download Panduan Lengkap Penyelenggaraan Pada ---> Lampiran
Download Panduan Lengkap PPG Pada ---> Lampiran

Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan secara tatap muka dan berorientasi pada pencapaian kompetensi merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, menindaklanjuti hasil penilaian, serta melakukan pembimbingan dan pelatihan.
Penjelasan lebih detail akan diuraikan dalam bab tersendiri.

1 Response to "Sistem pembelajaran pada program PPG mencakup kegiatan pemantapan materi"

  1. KISAH CERITA SUKSES SAYA JADI PNS


    Assalamu Alaikum wr-wb, mohon maaf sebelum'nya saya ingin mempublikasikan KISAH KESUKSESAN saya menjadi seorang PNS, saya ingin berbagi kesuksesan keseluruh pegawai honorer di instansi Pemerintan Manapun, saya sudah 7 tahun saya jadi tenaga honor belum diangkat jadi PNS Bahkan saya sudah 2 kali mengikuti ujian, dan membayar 70 jt namun hailnya nol uang pun tidak kembali, bahkan saya sempat putus asah, pada suatu hari tempat saya honor mendapat tamu istimewa dari salah seorang pejabat tinggi dari kantor BKN pusat karena saya sendiri mendapat penghargaan pengawai honorer teladan, disinilah awal perkenalan saya dengan beliau, dan secara kebetulan beliau menitipkan nomor hp pribadinya 0853-2174-0123 dan 3 bln kemudian saya pun coba menghubungi beliau dan beliau menyuruh saya mengirim berkas saya melalui email, Satu minggu kemudian saya sudah ada panggilan untuk ujian, alhamdulillah berkat bantuan beliau saya pun bisa lulus dan SK saya akhirnya bisa keluar,dan saya sangat berterimah kasih ke pada beliau dan sudah mau membantu saya, itu adalah kisah nyata dari saya, jika anda ingin seperti saya, anda bisa Hubungi Bpk DR. HERMAN. M.SI No beliau selaku direktur aparatur sipil negara di bkn pusat Hp beliau 0853-2174-0123 siapa tau beliau masih bisa membantu anda. Wassalam....

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel