Puisi Guru Kematian Bapak Budi

*Muridku, Jangan Kau Ambil Nyawaku*
_Karya: Cecep Gaos_

Muridku...
Gajiku memang kecil. Tapi itu tak menghalangiku tuk memberikan yang terbaik untukmu. Sepenggal waktu yang kuambil dari keluargaku telah kuberikan padamu. Sekeranjang cinta yang kubawa dari rumahku, telah ku sajikan untukmu. Sekotak kasih sayang yang kucuri dari istriku telah kupersembahkan untukmu.

Muridku...
Mungkin kau tersinggung dengan teguranku. Bisa saja hatimu terluka oleh ucapanku. Jiwamu pun tercabik oleh lisanku. Jika memang seperti itu, maafkanlah aku.

Tapi muridku...
Semua itu, aku lakukan sebagai bukti cintaku padamu. Itu semua bentuk kasih sayang yang bisa kuberikan. Seperti cinta dan kasih sayang orangtuamu padamu, yang selalu mengharapkan anaknya berakhlak dan berilmu.

Muridku...
Jangan kau ambil nyawaku. Keluargaku di rumah sedang menungguku. Istriku yang sedang mengandung buah hatiku, sedang berharap cemas menanti kehadiranku. Ia mengharapkan kedatanganku, tuk membawa pulang sekeranjang cinta dan sekotak kasih sayang yang kucuri darinya untukmu.

Muridku...
Kini ku hanya bisa menatap istriku dari jauh, tanpa ku mampu mengusap linangan air matanya. Ku hanya bisa melihat kesedihannya yang mendalam, tanpa ku mampu memeluknya. Ku hanya bisa memandangi perutnya yang mulai membesar dengan penuh kegetiran, tanpa ku mampu mengusap dan menciumnya.

Muridku...
Kini ku hanya bisa berharap, semoga Tuhan selalu melindungi istri dan calon buah hatiku.

#CG @Karawang, 02-02-2018

*Puisi ini saya persembahkan sebagai doa dan ucapan bela sungkawa atas meninggalnya Pak Ahmad Budi Cahyono, seorang guru SMAN 1 Torju Kab. Sampang, yang meninggal dianiaya oleh salah seorang muridnya.

Air susu di balas air tuba 
Hari Ini Terasa Seperti Mimpi
setelah mendengar kabar duka guru kita.
Guru...

Naak,,,
Tau kah kamu nak,,
 saat ini hati guru diseluruh penjuru nusantara sedang berduka dan ber do'a, buat bapak guru yang telah engkau ambil ilmunya..

mengapa  tingkah mu yang mungkin kau anggap paling
 bagus, paling gentel, paling sopan dan paling benar. 
Begitu banyak air mata yang terkuras karena kejadian itu.

Kelak akan ada seorang istri yang akan bertaruh nyawa melahirkan anak tanpa di dampingi seorang suami.
dan Kelak akan lahir seorang anak yang berstatus kan yatim.

Pernah kah terbayang di benak mu atas hasil dari perbuatan mu itu??

Tau kah kamu nak... Kini photo mu telah menyebar dengan cepat ke seluruh penjuru nusantara, 
satu pertanyaan kami di mana kedua orang tuamu? 
Kini semua orang penasaran akan latar belakang mu dan keluarga besar mu. 
Sekarang kau jadi terkenal. 
Apa kah kau senang? 
Apa kah kau bahagia?
apakah kamu merasa gembira?
apakah kamu merasa bangga dengan tingkah mu itu ?
dan apakah kamu merasa paling hebat.
Apakah kau anggap ini sebuah prestasi yang membanggakan??

Kami berdo'a semoga dengan ini kelak kamu lekas sadar nak, ,
bapak dan ibu tidaklah menyalahkan sepenuhnya,
Semoga kau lekas dapat hidayah dari Alloh SWT sang pemberi segalanya Amiin...

Selamat jalan pak budi,, semoga
engkau mendapatan tempat paling baik di alam abadi itu, semoga engkau mendapatkan tempat ter indah di alam abadi itu, dan semoga engkau dalam lindungan Alloh SWT Amiin,,,
Yaa Allah, ampunilah Bapak Budi, naikkanlah darjatnya diantara orang-orang yang mendapat hidayah, dan lindungilah keluarga dan keturunannya yang masih hidup. Ampunilah dia dan kami, wahai Tuhan sekelian alam, luaskanlah kubur baginya dan berikanlah cahaya didalamnya. Alfaatihah

0 Response to "Puisi Guru Kematian Bapak Budi"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel